Diakhiri Pekik Takbir yang Ikonik, Inilah Isi Pidato Bung Tomo

Bung Tomo
Bung Tomo

Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,

Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.

Percayalah saudara-saudara.

Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Merdeka!!!

Itulah kata penutup pidato Bung Tomo dengan pekikan takbir yang begitu ikonik. Pidato itu diucapkan Bung Tomo lewat corong Radio Pemberontakan yang disiarkan pada 9 November 1945, dari jalan Mawar nomor 4, Surabaya.

Bung Tomo mendirikan radio yang memiliki andil penting dalam Pertempuran Surabaya 1945 itu dilatari oleh kekecewaan mendalam pada para pemimpin di Jakarta. Pada awal Oktober 1945, Bung Tomo memang pergi ke Jakarta. Namun hatinya didera kecewa. Dilihatnya bendera Belanda masih berkibar dengan bebas di langit Jakarta. Bagaimana tidak, teks Proklamasi baru dibacakan satu setengah bulan lalu, namun maklumat kemerdekaan itu seperti angin lalu.

 Lewat Radio Pemberontakan, Bung Tomo menyiarkan pidato yang membakar semangat. Foto: Net/Ist

Di Jakarta, Bung Tomo menghadap kepada Bung Karno. Ia mengungkapkan keinginannya mendirikan radio yang menyebarkan propaganda revolusi Indonesia. Namun kekecewaan Arek Suroboyo itu kian membesar. Bung Karno menolak idenya.

Radio Pemberontakan; Corong Propaganda Pertempuran Surabaya

Dengan perasaan masygul, Bung Tomo kembali ke Surabaya. Di kota itu, bersama teman-teman seperjuangannya, kemudian ia mendirikan organisasi Barisan Pemberontakan Republik Indonesia (BPRI). Sebelum itu, Bung Tomo pernah bergabung dengan Pemuda Republik Indonesia (PRI) yang dikomandio Soemarsono yang kelak menjadi tokoh penting dalam pemberontakan PKI Madiun 1945. Namun karena perbedaan visi, Bung Tomo keluar dan mendirikan organisasi sendiri.

Atas bantuan drg. Moestopo berdirilah Radio Pemberontakan. Drg Mostopo meminjamkan sebuah pemancar radio jarak pendek bekas milik Jepang. Radio ini mengudara setiap Rabu dan Minggu malam. Tak hanya dalam bahasa Indonesia, Radio Pemberontakan melakukan siaran dalam bahasa daerah dan bahasa Inggris.

Lewat bantuan seorang penyiar dan wartawan, Ktut Tantri, propaganda Radio Pemberontakan tersiar hingga luar negeri. Dari radio inilah dunia mengetahui kabar Pertempuran Surabaya 1945.

Pada 9 November 1945, sehari sebelum terjadinya perang besar-besaran antara sekutu dan rakyat Surabaya, Bung Tomo mengucapkan pidatonya yang terkenal itu dengan suaranya yang lantang.

Baca juga:

Surabaya, Hari-Hari Genting Sebelum 10 November 1945

Resolusi Jihad Kiai Hasyim

Isi Pidato Bung Tomo

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Merdeka!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.

Kita semuanya telah mengetahui.

Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.

Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan,

menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.

Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara.

Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya.

Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,

Pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,

Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,

Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,

Pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.

Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing.

Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung.

Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol.

Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara.

Dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini. Maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran.

Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri.

Dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara kita semuanya.

Kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu,

dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya.

Ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia.

Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.

Dengarkanlah ini tentara Inggris.

Ini jawaban kita.

Ini jawaban rakyat Surabaya.

Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai tentara Inggris!

Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu.

Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu.

Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu

Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita:

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah

Yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih

Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!

Tetapi saya peringatkan sekali lagi.

Jangan mulai menembak,

Baru kalau kita ditembak,

Maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita saudara-saudara.

Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.

Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara.

Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,

Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.

Percayalah saudara-saudara.

Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Merdeka!!!

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on pinterest

Update Artikel Terbaru

Dapatkan beragam artikel sejarah yang renyah dibaca namun ditulis secara mendalam

ARTIKEL TERKAIT
%d blogger menyukai ini: